Kamis, 25 Maret 2010

lyric lagu Dearest-Ayumi Hamazaki

Intro: :: D E : C#m/F# F#m : D E : C#m/F# F#m ::


Dm7 E C#m7 Dm7 E E/F# F#
hontou ni taisetsu na mono igai subete sutete
Akan lebih baik jika kita dapat menempatkan diri dan membuang
Dm7 E C#m7 Dm7
shimaetara ii no ni ne
semuanya kecuali apa yang benar-benar penting, tetapi
E E/F# F#
genjitsu wa tada zankoku de
kenyataan kejam.
Fm7 G6
sonna toki itsu datte
Pada saat seperti itu,
Am7 Em7
me o tojireba
Aku melihat kau tertawa
Fm7 Gsus4 G
waratteru kimi ga iru
setiap kali aku memejamkan mata
F#m D E A E/G# F#m D E A E/G#
Ah itsuka eien no nemuri ni tsuku hi made
Sampai hari aku mencapai tidur abadi,
D E A E/G#
dou ka sono egao ga
bahwa wajah tersenyum akan
F#m D E A
Tae_ma naku aru you ni
harus tinggal dengan saya tanpa gagal

INTRO

Dm7 E C#m7
hito wa minna kanashii kara
Orang-orang semua sedih, begitu
Dm7 E E/G# F#m
wasurete yuku ikimono dakedo
mereka pergi dan lupa, tetapi --
Fm7 G6
aisubeki mono no tame
Sebab apa aku harus mencintai,
Am7 Em7 Fm7 Gsus4 G
ai o kureru mono no tame dekiru koto
Untuk itu aku memberikan cinta, aku akan melakukan apa yang ku bisa.
F#m D E A E/G#
Ah deatta ano koro wa
Kembali kemudian, ketika kita bertemu,
F#m D E A E/G#
subete ga bukiyou de
semua itu canggung
D E A E/G#
toomawari shita yo ne
Kita pergi jalan panjang, bukankah begitu?
F#m D E A E/G#
kizutsuke atta yo ne
Kami terluka, bukankah begitu?

SOLO: :: F#m : Dm7 : Bm7 : C#m7 ::
:: F#m : A7/E : Dm7 : E ::

F#m D E A E/G# F#m D E A E/G#
Ah itsuka eien no nemuri ni tsuku hi made
Sampai hari aku mencapai tidur abadi,
F#m D E A E/G#
dou ka sono egao ga
bahwa wajah tersenyum akan
F#m D E A
Tae_ma naku aru you ni
harus tinggal dengan ku tanpa gagal


Gm Eb F Bb F/A
Ah deatta ano koro wa
Kembali kemudian, ketika kita bertemu
Gm Eb F Bb F/A
subete ga bukiyou de
semua itu canggung.
Gm Eb F7 Bb F/A
toomawari shita yo ne
Kita pergi jalan panjang, bukankah begitu?
Gm Eb F Bb F/A
tadoritsuitan da ne
Kami tiba di sana pada akhirnya.

:: Gm : Eb : F : Bb F/A ::
:: Gm : Eb : F : Bb ::

Selasa, 02 Maret 2010

lyric lagu kiroro-best friend

ni lagu kesukaan gw n sahabat gw.. gw dpt artiny dari grup JLun(Japanlunatic) d FB.. sekalian promosi, grup ni seru lho.. g rugi d, klo u jd member.. selain tmbh tmn, jg tmbh pengetahuan.. semua yg gw knl tu ramah2.. hia..XD yah, tuk yg bca entri ini moga bs menghargai n mengerti arti sahabat itu gmn.. I Love U, All my best friend..\(^o^)/


KIRORO - Best Friend

Eb Bb Cm7
Mou Daijoubu Shinpai Nai To
Ku sudah tak perlu khawatir lagi

fm fsus4 Bb
Nakisou Na Watashi No Soba De
Karena kau akan nada di sisi ku pada saat ku menangis

Eb Bb Cm7
Itsumo Kawaranai Egao De
Dengan senyuman yang tak pernah berubah

fm fsus4 Bb
Sasayaite Kureta
Memberikan pencerahan

Cm G# Gm7
Mada Mada Mada Yareru Yo
Hal-hal yang kita lakukan

fm7 Eb fm
Datte Itsu Demo Kagayaiteru
Selalu bersinar

Bb Cm7
Bb
Eb G# Bb
Toki Ni Wa Isogi Sugite
Ada Masa-masa yang terlalu sibuk

G7 Cm Cm7 Eb G# Bb
Miushinau Koto Mo Aru Yo Shikata Nai
Lenyap..kita tak bisa berbuat apa-apa

Eb G# Bb G7
Zutto Mimamotteiru Karatte Egao De
Senyuman yang selalu menjaga

Cm Cm7 G# Bb
Itsumo No You Ni Dakishimeta
Selalu memberi pelukan

G# Bb
Anata No Egao Ni
Senyumanmu

G7 Cm
Nando Tasukerareta Darou
Berkali-kali membantuku

G# Bb
Arigatou Arigatou
Terima kasih

Eb
Best friend
Teman baik

fm Bb G7 Cm Eb fm Bb
fm

Eb Bb Cm7
Konna Ni Takusan No
Banyak sekali

fm fsus4 Bb
Shiawase Kanjiru Toki Wa Shunkan De
Perasaan bahagia yang aku rasakan saat ini

Eb Bb Cm7
Koko Ni Iru Subete No Nakama Kara
Karena disini ada semua teman

fm fsus4 Bb
Saikou No Puresento
Yang merupakan hadiah paling berharga

Cm G# Gm7
Mada Mada Mada Yareru Yo

fm7 Eb fm
Datte Itsudemo Minna Sobani Iru
Sellau berada di sampingku
Bb Cm7
Bb

Eb G# Bb G7

Kitto Ima Koko De Yari Togerareru Koto
Tentunya hal-hal yang saya capai di sini,

Cm Cm7 Eb G# Bb
Donna Koto Mo Chikara Ni Kawaru
Hal yang seperti apapun mengubah jadi sebuah kekuatan

Eb G# Bb G7
Zutto Mimamotteiru Karatte Egao De

Cm Cm7 G# Bb
Itsumo No You Ni Dakishimeta

G# Bb
Minna No Egao Ni

G7 Cm
Nando Tasukerareta Darou

G# Bb
Arigatou Arigatou

Cm7
Best friend
Bb G# G7 Eb f fm Bb

Eb G# Bb
Toki Ni Wa Isogi Sugite

G7 Cm Cm7 Eb G# Bb
Miushinau Koto Mo Aru Yo Shikata Nai

Eb G# Bb G7
Zutto Mimamotteiru Karatte Egao De

Cm Cm7 G# Bb
Itsumo No You Ni Dakishimeta

G# Bb
Anata No Egao Ni

G7 Cm
Nando Tasukerareta Darou
G# Bb
Arigatou Arigatou

Eb
Best friend

G# Bb
Zutto Zutto Zutto
Selamanya….

Eb
Best friend
Eb fm Bb G7 Cm Eb fm Bb
fm

Kamis, 04 Februari 2010

High heels..?! Ampun..!

Hem, bagi yg maen MobaMingle(ini bukan promosi yah..:D) mgkin ad yg ud prnh baca, coz ni adl novel Moba gw.. biar blog pertama gw g kosong..:P yang belum selamat baca deh..:)

#TERIMA KASIH & MAAF#

Pertama-tama aku ucapkan terima kasih banyak pada-Mu, Tuhan untuk semua yang Engkau berikan kepadaku. Dan terima kasih karena Engkau selalu menyayangi dan melindungi kami semua.

Jika didalam ini ada yang merasa bersangkutan/masuk didalamnya, aku minta maaf sebesar-besarnya.
Terima kasih sudah membaca. Serta keluargaku tersayang(Mama, Papa & Adikku tercinta) dan Kakakku(Nana, Vina, Steven, Tony, Jhony & Aldo).:D

Aku sayang pada kalian semuanya.

#MALU AKU MALU#

''Aduh, Ma.. Kenapa Mama ambilin sandal gini tinggi si..'' keluhku pada Mama.

Mama mengangkat bahu. ''Ya.. Kan mau cepet.. Jadi Mama asal ambil aja..'

Tante Anna tersenyum. Tante Anna adalah teman Mama sejak SMP. Ia juga ikut bersama kami pergi belanja di Carrefure Mall yang baru buka.

Setelah berhasil membuat aku berhenti mengeluh, Mama membiarkan aku jalan dibelakang Mama dan Tante Anna.

Bruk!
Tiba-tiba aku terjatuh gara-gara tidak hati-hati. Sandal kurangg asem! Sakit..

Entah mengapa aku mendengar suara tawa yang ditahan. Tiba-tiba ada tangan yang menjulur didepanku. Ketika aku mengadah, ternyata itu Steven!

Aku mencari-cari dua sosok lagi. Ketika melihat ke samping, mereka tersenyum menahan tawa.

''Gw jadi inget lagu Chrisye, yang judulnya 'Kisah Kasih di Sekolah'. Gimana lagunya?'',Tony pura-pura bertanya pada Aldo.

''Malu.. Aku malu.. Pada semut merah..' Aldo bersenandung dengan wajah meledek.

''Memang anak kecil. Gak pandai jalan. Sok pake hak tinggi pula.'' lanjut Tony

Aku menggumam. ''Memang kakak-kakak yang nyebelin.''

Mereka tertawa. Steven menyenggolku dan menunjuk ke arah Mama yang suda jauh di depan meninggalkanku.

Ih! Mama dan Tante Anna tidak sadar aku ketinggalan. Waduh!

Langsung aku berjalan cepat menyusul mereka. Terdengar suara Steven dari belakang berkata ''Hati-hati jalannya.''

Ketika berada di mobil dalam perjalanan pulang, aku menceritakan kejadian tadi kepada Mama dan Tante Anna. Mereka tertawa terbahak-bahak dan mengejek ku.
Sumpah! Malu aku malu.. Ih, sndl nyebelin..

***

#BENCANA..!!#

Oh.. Hari itu sebenarnya hari yang indah. Tetapi sampai Mama menyuruh aku memakai high hells untuk pesta pernikahan Oom Sudarto, adik ayah. High hells?! Yang gak gue bgt! Ampun..

Daripada memakai itu, lebih baik aku disuruh memetik tauge, suatu pekerjaan yang amat sangat membosenkan. Dibandingkan memakai high heels. Habisnya yang paling aku benci ya itu..

Gila! Sepatu segitu tingginya.. Gimana jalannya coba? Maksa banget..

Dengar dari teman-teman sih katanya:
1. Terlihat seksi.
Huh, ada sangkut pautnya gitu?
2. Lebih feminim.
Gimana gak? Jalannya pasti harus hati-hati.
3. Lebih dewasa.
Segitunya ya? Ajaib baget.. Percaya aja sama yang begituan.. Cape deh..

''Harus pakai! Kalau ngotot gak mau, uang jajan kamu Mama stop!''
Itu ancaman Mama. Wah, hancur.. Bagaimana beli komik, majalah dan semua keperluanku? Padahal semuanya dari uang jajan yang aku sisihkan.

''Aduh, Mama kejamnya sama anak sendri. Pake sepatu cewek kan bisa..'' pintaku sambil memelas kepada Mama.

Dengan gaya tak acuh Mama berceramah,
''Kejamnya kamu sama Mamamu sendiri.. Mama kan mau kamu kayak sepupu-sepupumu yang lain.''

''Padahal mereka lebih muda dari kamu, sudah pintar dandan. Nah, kamu itu lho.. Udah dewasa gak tau dandan. Mama kan malu.. Pokokny harus! Titik!'' lanjut Mama.

Tidak bisa berkata lagi. Aku duduk terdiam merenung sendiri.

''Lagipula kan tiga bulan lagi. Masih lama.. Cobalah.''
''Iya, Ma..''

Tahu bahwa apapun yang kan ku lakukan akan gagal, aku langsung beranjak dari tempatku.

Sedih..
Merana..
Huh, gak tau lagi deh..

#SAATNYA BELAJAR,ADEK.#

Karena hari ini ada kegiatan sore di sekolah. Aku langsung ke tempat biasa. Tempat makan yang murah meriah. Hoho.. Setidaknya bisa dimakan dan gak nyekek dikantonglah..:-P

Sudah begitu, pemiliknya baek. Ya, mungkin gara-gara aku setiap ada les/kegiatan sore di sekolah, aku makannya ya disini. Em, bisa dibilang tempat ini jarang didatangi teman-teman sekolah karena mereka kebanyakan maunya makan ditmpt berelit kyk cafe.

Kakak-kakakku juga sering ada disini. Hari mereka semua ada d sni.
Komplit!

Nama Kakak-kakakku adalah sebagai berikut: (Nama depan mereka sih.. Lagipula diurut kayak apaan aja..:-P)

1. Nana (kakak yang paling buaek dan deket sama aku)

2. Jhony (pacar kakak Nana)

3. Steven (aslinya: Stev)

4. Tonton (aslinya: Tony)

5. Aldo (rambut kembang api)

6. Vina (pacar Aldo, orangnya buaek tenan..)

'Nana&Jhony' dan 'Vina&Aldo' adalah pasangan yang paling harmonis menurutku. Kalian akan iri jika melihatnya. Betulan!

Steven dan Tonton dekat banget. Sumpah! Benda mereka semuanya sama.

Hanya berbeda warna. Steven hitam. Tonton biru gelap/biru dongker.

Mengapa Aldo ku sebut 'rambut kembang api'?

Habisnya dulu dia pernah mengecat rambutnya warna-i kayak kembang api.

Setelah pacaran dengan Vina, warna rambutnya diganti menjadi satu warna. Tetapi berganti-ganti. Mungkin memang sudah hobbynya..

Ketika aku duduk, Tonton berkata ''Hei, koq muka loe ditekuk kayak gitu sih, Weny. Jelek tahu. Masih ingat sama yang wakut itu ya?''

Pipiku dicubitnya. Sakit! Tapi dasarnya lagi BT jadi aku cuma memegang pipiku yang sakit.

''Tumben gak marah. Biasanya udah mencak-mencak. Kamu gak sakit kan?'' Nana memegang keningku dengan wajah khawatir.

''Oh, yang waktu itu loe jatuh kan? Udah, jangan merajuk lagi.. Lagipula adegan jatuh loe menghibur koq..' ejek Aldo.

''Huh, dasar.. Nyebelin!''
''Gak ah,pikirin amat.. Lagipula udah pusing ni. Gue dipaksa Mama pake high heels di pesta Oom.' lanjutku.

''Hah? Betulan?'' Kakak-kakakku itu berseru serentak.

''Iya.'' aku mengangguk membenarkan dengan lunglai.

Langsung mereka semua tertawa kecuali Nana dan Vina. Aku diam seribu kata. Sudah biasa. Kemudian Nana buka suara.

''Saatnya belajar, Adek.''
''Tapi kan gak gue banget..'' aku mengeluh.

''Loe kan cewek. Masa gini-gini aja. Ga boleh gitu ah! Gue g mau tau. Mulai besok kami yang ajrin.''
''Hah?''
''Sip.. Kami semua yang bakalan ajarin loe.'' Tonton berkata.

Mereka semuanya mengangguk. Menyetujui.

''Eh, tp kan...''
Belum aku menyelesaikan bicaraku, ucapanku sudah dipotong oleh Steven.

''Gak ada tapi-tapian. Yang semangat ya,Adekku..''

Itulah awal semuanya dimulai. Huh!
Setiap pulang sekolah aku diajak ke rumah Nana. Belajar pakai high heels. Jika ada kegiatan sore? Ya habis itu.. Capek.. Setiap perjalanan ke rumah Nana aku tidur di mobil dan kalau sudah sampai baru dibagunin deh.

#BELAJAR PAKAI HIGH HELLS ATAU BELAJAR KEPRIBADIAN?#

Jujur. Capek banget. Habis pulang sekolah, lunch, langsung ke rumah Nana belajar pakai high heels. Sebenarnya aku sering berpikir, ini sebenarnya belajar pakai high heels atau belajar kepribadian..??

Ini daftar yang harus ku lakukan:
- Berdiri tegak pakai high heels, 15 menit.
- Jalan lulus segaris pakai high heels dengan buku yang tebelnya amit-amit jabang bayi, 20 menit.
- Duduk tegak, 10 menit.

Ampun. Kalau aku ada salah atau main-main aku kena marah panjang lebar. Aduh.. Mana tahan..

Begitulah, itu terus yang terjadi. Biasanya aku pergi ke rumah temanku main di sana atau menonton teman-teman main bola.
Sebelnya..

Disaat aku protes kepada kakak-kakakku, mereka mengatakan tidak mungkin hanya berdiri dan berjalan saja yang bagus. Cara bersikap juga harus dilatih. Agar tidak memalukan nanti.

Hem.. Iya juga si.. Ada benarnya juga. Ya aku menurut saja akhirnya.

#HAH..??#

Jhony bilang ''Hari ini gak belajar pake high heels.''

Aduh, jujur.. Seneng banget. Satu hari tidak tersiksa.. Cihuy..:-D

Entah seperti tidak senang melihat aku senang, Nana melanjutkan.
''Wait.. Loe ikut kita ke B'day partynya Lusy,teman kita.''

''Sekalian praktek..'' kata Vina sambil mengedipkan sebelah matanya ke aku.

Kaget. Tak tahu hendak bilang apa lagi. Sejenak aku terdiam.

''Tapi.. Tapi gue gak bawa baju lagipula gue kan gak diundang ke pesta itu.''

''Ada koq.. Ini.. Dia kasih ke gue. Dan gue yang simpen.''
Aldo mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Ternyata kartu undangan. Bertuliskan nama lengkapku!

''Hah? Koq gak bilang? Kan gue gak kelabakan kayak gini. Huh!''

''Sekalian lari dari pake high heels kan? Macam kayak kami gak tau loe aja..'' Jhony berkomentar sambil mengangkat kedua alisnya.

Busyet dah! Enyak.. Babeh.. Help me!

#OMG!#

Aku langsung diculik ke rumah Nana. Diseret ke kamar kakakku ini. Gila, man! Aku disuruh mandi, dipakaikan baju terusan seperti gaun selutut warnanya biru langit.

Gaunnya cantik sih cantik. Tapi risih bener!

Baru saja hendak protes sudah kena marah. Nana dan Vina langsung bilang hari ini kami yang urus, jangan banyak protes. Jadi mungkem aja deh gue jadinya..%)

Semua yang tidak pernah aku mau lakukan, ku lakukan hari ini.

Setelah satu setengah jam kami semua siap.

Aku terpana melihat mereka semuanya. Biasanya mereka memakai pakaian biasa saja. Sekarang mereka terlihat sangat menakjubkan.

''Napa loe? Kesambet?'' Tonton mengaget kanku.
''Gak terbalik? Ini hanya pesta ulang tahun! Kenapa sampai harus berpakaian kayak mau kondangan aja.'' omelku sewot.

''Lihat aja deh.''
''Segitunya? Setau gue, Lusy tuh orangnya fair-fair aja deh. Gak banyak tingkah.''
''Sekarang bukan masalah pemilik pestanya. Masalahnya temen-temen yang diundangnya itu lho..'' Tonton menjelaskan.

''Antara seneng dan sengsara nih.'' komentarku dengan malas.

Aku menutup mata, diam menikmati lagu selama dalam perjalanan ke tempat pesta, rumah Lusy.

Terdengar suara samar-samar. ''Hei, sahur! Sahur! Bangun.. Da sampek..''

Eh iya, bener.. Ternyata aku tertidur. Aduh, capek..-.-

Kami semua turun dari mobil dan masuk ke rumah Lusy. Pintu dibukakan oleh seorang pelayan.

Sekali pintu dibuka, terlihatlah ruang tamu luas yang telah disulap menjadi tempat pesta yang 'wah!'. Wow, sensasional!

Tamu yang datang lumayan banyak. Mereka semua tersebar di seluruh penjuru ruangan. Ketika kami melangkah masuk rasanya seperti ada beberapa orang yang memperhatikan kami. Risih rasanya.

Lusy berjalan menghampiri kami. Jhony menyerahkan sebuah kado besar yang amat sangat besar. Entah apa isinya. Bom kali ya? Hem.. Mungkin dari ukurannya gitu.

''Ini hadiah dari kami.''

Lusy dengan muka yang berseri-seri mengucapkan ''Thanks alot. Padahal kalian sudah mau dateng aku udah seneng banget.''

Terlihat Lusy mengenakan gaun selutut berwarna kuning. Ia terlihat sangat cocok dengan gaun tersebut. Terlihat segar, manis, dan menawan (emangnya buah?hehe:-P).

Jhony memberikannya sebuah kado yang amat sangat besar. Aku tidak tau apa isinya(bom kali y?gede bener).

''Ini hadiah dari kami semua. Happy B'day, Lusy.''
''Wah, thanks banget. Padahal kalian semua sudah mau datang aja, itu dah jadi hadiah untukku.''

Aku dapat melihat ucapannya itu tulus. Karena ia mengucapkan dengan muka yang berseri-seri.

Jhony, Steven, Tonton, dan Aldo bersalaman dengan Lusy. Kemudian, Nana dan Vina cipika-cipiki dengannya. Setelah itu Lusy memelukku. Ia berbisik: ''Senang kamu bisa hadir disini. By the way, hari ini kamu beda banget.''

Setelah itu ia melepaskanku dari pelukannya. Aku membalasnya dengan senyuman.

''Enjoy my party ya.'' Lusy mengedipkan mata dengan gaya khasnya yang centil tapi mempesona. Ia mempersilahkan kami.

Tak berapa lama ada tamu yang datang lagi. Lusy menyambut mereka. Kami pun menikmati pesta.

#FRIEND?#

Aku hanya duduk di sofa, menonton TV. Pestanya menurutku menyenangkan, tapi banyak yang tidak kukenal. Risih rasanya.

''Non, mau minum?'' Bi Monah menawarkanku.

Bi Monah adalah pembantu di rumah Lusy. Kudengar, ia telah bekerja dari Lusy belum lahir. Orangnya sangat ramah dan pengertian.

''Nanti. Terima kasih ya,Bi. Em.. Bi, aku mau ke kamar mandi.''
''Enon jalan aja terus belok kanan. Enon lupa ya?''
''Iya, Bi. Kan aku jarang kemari. Jadi lupa.'' jawabku malu.

Kemudian aku pergi ke kamar mandi.

Setelah aku keluar dari kamar mandi, aku berjalan hendak ke tempat yang tadi jadi habitat sementaraku.

Tak sengaja aku mendengar gosipan dua orang cewek dan aku tertarik dengan pembicaraannya. Kemudian ku berdiri tak jauh dari mereka. Mereka tak asing bagiku. Mereka sering terlihat bersama Nana, seingatku.

Satu berambut pirang. Ia mengenakan gaun berwarna gading. Yang lainnya berambut ikal, mengenakan gaun merah menyala. Mereka sangat cantik dan menawan.

''Heran, kenapa sih Jhony mau pacaran sama Nana. Sebel deh.'' Si Pirang berkata dengan memegang kepalanya. Lagaknya sombong.
''Iya tuh. Menurutku cantikan kita deh.. Padahal orangnya judes, cerewet.. Ampun..'' yang rambut ikal membenarkan.

''Udah lama kita suka ama Jhony. Eh.. Kenapa jadiannya sama Nana.''
''Entah.. Kita rayu-rayu, masih lengket aja. Kayaknya dia pake pelet.''

Marah. Rasanya ingin ku jambak rambut mereka. Teman macam apa mereka ini?!

Amarahku meledak. Aku berjalan menghampiri mereka.

Aku mengambil dua gelas minuman yang berada di meja. Aku berjalan ke dekat mereka yang masih sibuk bergosip. Aku pura-pura terpelekok dan.. Buyur! Baju mereka basah. Baju Si Pirang langsung meninggalkan noda. Nice.. Hoho..

''Hei! Buta loe ya!'' mereka menjerit. Mereka membuka tas tangan mereka, mengambil tissue dan mengeringkan gaun mereka.

Bi Monah yang sebelumnya ada didekat kami langsung terkejut dan bertanya: ''Ada apa ini, Non? O Allah, ya ampun..''

''Bi, pinjam kain lapnya.'' aku langsung mengambil lap yang bertengker di bahu Bi Monah.

''Maaf, gue gak sengaja. Tadi sandal gue ketinggian. Gak stabil jadi hampir jatuh. Untung aja. Sini kubantu.'' aku berkata sambil mengelap ke gaun mereka dengan cepat.

''Eh.. Non, itu kain kotor..''
Pemberitahuan dari Bi Monah terlambat. Gaun mereka telah kotor bernoda.

''Dasar tak punya otak!'' maki Si Ikal.
''Brengsek! Loe ngerusak gaun gue!'' Si pirang terlihat marah besar.

Beberapa tamu sudah melihat ke arah kami.

Aku tersenyum dan berkata:
''Nana gak pernah menceritakan keburukan orang dari belakang. Kalo dia gak suka dia langsung bilang.''

''Aku lebih suka menjadi bodoh daripada busuk kayak kalian. Menggosipkan yang bukan-bukan tentang teman sendiri. Pantas Jhony gak pernah niat ngelirik kalian.''

Mereka setelah mendengar perkataanku seperti mau meledak.

Tangan mereka naik hendak memukulku. Aku hanya memandang ke arah mereka dengan sebuah senyuman.

Tangan mereka belum sampai kepadaku tiba-tiba telah dipegang oleh Tonton dan Steven.

''Hei.. Cantik-cantik kalian galak amat..'' Tonton mengedipkan mata.

''Ada apa ribut begini? Ada masalah dengan Adikku?'' Jhony sekejap berdiri di depanku.

''Hah?! Dia Adikmu?!'' mereka terkejut.

Aldo menarikku ke dekat Nana dan Vina yang berdiri agak jauh.

'Tadi mereka.....''
Belum sempat aku menceritakan, ucapanku dipotong mereka. ''Gak ada apa-apa koq.. Beneran.. Adekmu cuma gak sengaja jatuhin minuman di gaun kami.'' ucap Si Pirang.

''Betulkah itu? Adek, cepat minta maaf.'' Jhony melihat kepadaku.

''Tapi.. Mereka..''
''Gak ada tapi-tapian!''

Aku berjalan ke dekat Jhony.

''Maaf udah membuat gaun kalian kotor.''
''Maaf atas kelakuannya.''

Aku menarik nafas panjang. ''Tapi untuk kata kataku tadi, tidak akan pernahku tarik kembali.''

''Weny!'' Jhony menarik lenganku. Ia mendelik. Aku maksa melepaskan tangannya dariku.

Semuanya terkejut melihat sikapku. Ku akui, sikapku kurang ajar. Aku sendiri juga terkejut.

''Non Weny gak salah sepenuhnya.'' Bi Monah yang dari tadi hanya berdiri seperti patung kayaknya udah kembali normal.

''Sudah Bi, gak udah dijelasin. Terima kasih ya, Bi Monah.''
''Tapi Non..''

Aku hanya tersenyum. Aku berjalan ke arah Lusy. Ia tampak bingung.

''Aku sangat menyesal telah merusak pestamu. Maafkan aku.''

Lusy memelukku.
''Aku harap bisa mengetahui apa yang terjadi.'' Lusy mengedipkan matanya kepadaku.

''Gw pulang dulu. Thank udah mengundangku. Suatu kehormatan''

Semuanya hanya melihatku. Kayak patung aja semua.

#GO HOME#

Aku berjalan menuju jalan besar. Soalnya disekitar rumah Lusy tidak ada transportasi umum. Maklumlah, perumahan elit. Tapi jadi nyusahin amat.

Entah mengapa rasanya tidak sampai-sampai juga ke jalan raya. Jauh amat deh rasanya. Kakiku mulai pegal, akhirnya aku duduk sebentar di pembatas jalan.

Setelah lelahku berkurang aku jalan lagi. Baru berjalan beberapa langkah.

Tok!
''Aduh! Sakit..'' aku mengelus-ngelus kepala. Ada yang memukul kepalaku dari belakang.

Aku berpaling. Ternyata Tonton!
Ia memegang helm. Seingatku dia tidak membawa sepeda motornya deh. Hem..

''Hei! Loe kesambet apaan sih?! Kami nyariin loe dari tadi! Kalo ada apa-apa gimana?!'' Tonton menjitak kepalaku.

''Aduh! Kepala gue bisa pecah ni. Dipukul dari tadi.'' aku berkata sewot.

''Biar otak loe jalan sikit. Bentar lagi mereka datang.'' Tonton menarikku berjalan menuju sebuah sepeda motor yang terletak agak jauh.

''Hei, punya siapa tuh. Jangan-jangan nyolong ya loe?'' godaku.

''Enak aja! Minjem, dodol! Gara-gara loe jalan pigi gitu aja, tau gak!''
''Enggak. Aku punya tangan, kaki&mata. Jadi aku mau pulang ya udah, pulang.'' jawabku dengan tampang sok polos.

''Karena itu.. Terpaksa gue ikutin loe dari belakang. Nunggu loe sampai capek. Dasar!''

Aku yang merasa bersalah diam saja,bersandar pada sepeda motor. Kami berdua terdiam sampai mobil Jhony berhenti dihadapan kami.

Pintu mobil dibuka, mereka turun dari mobil. Aku dimarahi habis-habisan karena pergi dari pesta begitu saja.

Kami naik ke mobil. Tonton mengendarai sepeda motor dan mendahului kami.

''Maafin gue ya. Tadi gue udah marah tanpa tau sebab.'' tiba-tiba Jhony buka suara.
''Gak. Gue yang salah. Semuanya gara-gara gue.'' aku menunduk,merasa bersalah.

''Kami udah tau koq. Semuanya belain kamu. Mereka malah bilang kamu hebat. Berani. Hahaha..'' Steven berkata.

''Emangnya tontonan.. Kurang asem!'' komentarku.

Setelah itu perjalanan ke rumah Nana seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Hem..

Di rumah Nana, aku mandi dan memakai pakaian seragamku kembali. Aku ingin pulang seperti biasa saja. Pakai seragam sekolah dan pulang naik bus sekolah.

But..
''Hah?! Udah jam 17.25! 15 menit lagi busku jalan.'' teriakku karena kaget saat menyadarinya.

''Kami antar pulang aja.'' Nana menawarkan.
''Gak mau. Aku buru-buru aja. Aku pulang dulu. Thanks ya, kakak-kakakku semuanya.'' kataku sambil berjalan cepat.

''Tunggu! Kami berdua antar kamu deh biar cepet.'' Steven berkata.

Steven dan Tonton berjalan mendahuluiku. Mereka menyalakan mesin sepeda motor dan menanaskannya sebentar.

''Aku kan belum bilang mau.'' protesku.
''Mau loe ketinggalan bus, naek angkot malem-malem? Dalam perjalanan pulang kan ada lewat kebun tebunya gitu. Nah lo! Kalo ada apa-apa, sapa yang bakal disalahin orang? Udah! Jangan banyak protes lagi.''
Memang kalau Steven buka mulut aku sudah tidak bisa membantah lagi. Tepat sasaran.%(

Brum.. Brum..
Mereka memberikan helm kepadaku. Aku dibonceng sama Tonton.

Gila! Takut bener gue! Sumpah! Mereka ngebut aja gitu. Hanya menghabiskan waktu 5menit dalam perjalanan yang biasanya 10menit.

Selama perjalanan aku hanya memejamkan mata saja. Aku mencengkram jaket Steven sekuat tenaga. Untung tidak robek..:-P

Kami berhenti di dekat sekolah. Aku turun dan kakiku terasa lemas. Sumpah! Aku memang paling takut naek sepeda motor dengan kecepatan tinggi.:'(

''Thank ya udah diantar. Aku jalan dulu.'' ucapku sambil mengembalikan helm.

''Sana! Nanti ketinggalan.'' kata Steven

Ku paksa kakiku berlari meski masih terasa lemas. Aku hampir terjatuh.

''Hati-hati! Pelan-pelan aja! Mabok ya loe?'' teriak Tonton dari belakang.

Mabok? Gue kan gak minum alkohol.. Umpatku dalam hati sambil berlari menuju ke sekolah.

Saat sampai di sekolah dan duduk di dalam bus, waktu yang tersisa masih beberapa menit lagi. Aku pulang naik bus sekolah. Dan sampai di rumah dengan selamat.hehe..^^

#PRAKTEK#

Tiga bulan telah berlalu. Tak terasa.

''Wah, ini Weny? Oom jadi gak tanda. Laen bener..'' goda Oom padaku.
''Biasa aja kali, Oom..''

''Kalo Weny kayak gini, Oom jadi mikir Oom nikah tiap taon aja.'' candaan Oom ku itu di balas dengan cubitan dipinggang dari mantan tunangan Oomku. Heh! Jangan mikir yang gak bener. Kan udah jadi Bibiku sekarang..:-P

Oom ku hanya tertawa dan memeluk istrinya. Hem.. Oom ku memang usil dan suka bercanda.

Selama dipesta, semuanya berjalan dengan baik.

Semuanya aman. Tidak ada adegan jatuh, terpelekok, tergelincir, dan lain-lain. Save!

But.. Saudara-saudaraku yang cowok semuanya bilang: ''Keajaiban dunia ke-8 yang modern. Weny mau pake high heels.''
Capek deh!